Laman

Senin, 16 Juli 2012

Melafazkan Niat ?


Tanya Jawab Islam
Di India, kami mengucapkan niat berpuasa, Allahumma ashuumu jaadan laka, faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu, (Ya Allah, saya akan melaksanakan puasa dengan sungguh-sungguh karena Engkau. Maka ampunilah dosa-dosaku yang akan datang dan yang lalu." Sedangkan saya tidak mengetahui artinya. 

Akan tetapi apakah niat dengan cara seperti ini benar? Kalau benar, saya mohon diberitahukan artinya atau beritahukan kepadaku niat yang benar dari Al-Qur'an dan Sunnah?

Alhamdulillah.

Puasa Ramadan atau ibadah-ibadah lainnya tidak sah melainkan dengan niat. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhan amal (ibadah) itu tergantung niat. Dan setiap orang tergantung apa yang dia niatkan... sampai terakhir hadits." (HR. Bukhari, no. 01, dan Muslim, no 1907)

Niat (puasa Ramadan) disyaratkan waktu malam, sebelum terbit fajar. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu  'alaihi wa sallam:

"Barangsiapa belum niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka dia tidak mendapatkan puasa." (HR. Tirmizi, no. 730, sedangkan redaksi dalam riwayat Nasa'i, no. 2334) "Barangsiapa yang belum berniat puasa di malam hari, maka dia tidak mendapatkan puasa." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab shahih Tirmizi, no. 583)

Maksudnya adalah, barangsiapa belum berniat puasa dan tidak berencana kuat untuk melakukannya di waktu malam, maka dia tidak mendapatkan puasa.

Niat adalah perbuatan hati. Seorang muslim hendaknya memantapkan hatinya bahwa dia akan berpuasa besok. Tidak disyariatkan untuk melafazkannya dengan berucap: Saya niat berpuasa atau saya berpuasa sungguh-sungguh karena Engkau, hingga seterusnya, atau yang semisal itu dari berbagai bentuk ucapan  yang dikarang-karang oleh sebagian orang. Niat yang benar adalah manakala seseorang memantapkan dalam hati bahwa dia akan berpuasa besok. Oleh karena itu syaikhul Islam mengatakan dalam kitab Al-Ikhtiyarat, hal. 191. "Barangsiapa yang terlintas dalam hatinya besok dia akan berpuasa, maka dia dianggap telah berniat."

Al-Lajnah Ad-Daimah ditanya: "Bagaimana seseorang niat puasa di bulan Ramadan?" Maka dijawab: "Niat adalah dengan bertekad bulat (menunaikan) puasa. Niat harus ditetapkan di malam hari (untuk) puasa Ramadan, setiap malam.'

Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/246. Wallahu'alam .

Soal Jawab Tentang Islam

http://islamqa.info/id/ref/37643


source list: , , , , , TEMPLATE BY Opa Soparudin © 2012. Just for Sharing!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar