Laman

Sabtu, 21 Juli 2012

Mengapa Bulan Ramadhan Saya Terasa Biasa-Biasa Saja

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.


Tidak jarang, kita merasa bahwa ramadhan kita kok rasanya biasa-biasa saja. Setelah itu, kita berharap bahwa ramadhan kita akan berbeda dari biasanya. Dan entah mengapa, setelah beberapa waktu, anda kembali mengingat, mengapa ramadhan saya kali ini rasanya tetap sama dengan yang lalu, bahkan lebih buruk. Ini biasanya terjadi karena ada suatu kesalahan. Ada dua kemungkinan:
1. Ada yang salah dengan apa yang dijanjikan Allah


2. Ada yang salah dengan diri kita.


Apakah mungkin ada suatu hal yang salah dengan apa yang dijanjikan Allah? Rasanya tidak mungkin. Allah berfirman, Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(Al-Ankaabut ayat 69). Jika kita belum mendapatkannya, kita tidak berpikir negatif tentang Allah, tetapi mencari masalahnya pada diri kita sendiri.

Maksudnya adalah kita harus mencari sebab mengapa bisa ini sampai terjadi. Dan hal itu terjadi karena lemahnya iman kita. Kami tidak mencoba menggeneralisasi, karena masih ada orang di luar sana yang begitu istiqamah, sehingga dia sama sekali tidak tergoda. Namun, jika kita bicara secara garis besar, banyak diantara kita merasakan hal ini karena lemahnya iman kita.



Bagaimana mungkin bisa kita menganggap bahwa iman kita lemah? Coba anda pikirkan, bagaimana mungkin kita yang tidak pernah sama sekali perduli kepada iman kita sepanjang tahun sebelum ramadhan, dan tiba-tiba berharap agar diri kita menjadi shaleh pada saat ramadhan? Tidak jarang kita berharap keajaiban terjadi saat ramadhan, hanya karena syaithan dibelenggu, maka kita akan menjadi orang yang shaleh, bahkan mungkin kita mengharap menjadi seorang syeikh. Dan semua ibadah yang anda rencanakan akan berjalan dengan lancar pada bulan ramadhan. Ini adalah pemahaman yang salah. Benar, Allah mampu membuat seseorang berubah secara ajaib dan kita meyakini itu. Namun, hal itu terjadi jika Allah berkehendak. Dan Allah memberikan hal tersebut kepada mereka yang berusaha untuk hal tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, ada orang yang sepanjang tahun berakhlak buruk, dan tiba-tiba saat ramadhan dia menjadi orang yang baik. Kita tidak dapat memungkirinya. Namun, hal ini juga tidak terlepas dari usaha orang tersebut untuk itu. Tapi, tidak jarang kita mengira hal ini akan terjadi begitu saja, karena itu kami katakan bahwa ini adalah pemahaman yang salah.



Kelemahan iman ini terjadi karena ada kekosongan atau penghalang antara kita dengan Allah, dan tentu hal tersebut harus kita isi dan tutupi kekurangannya agar kita bisa kembali mendekat kepadaNya. Satu-satunya cara untuk mengisinya adalah dengan melakukan apa yang telah Allah perintahkan dalam Qur'an dan Sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berdasarkan pemahaman para sahabat Rasulullah dan para pengikutnya.


Sekarang, maukah anda menangis dalam shalat, menangis saat membaca Qur'an, atau menikmati puasa? Apakah anda ingin mendapatkan manfaat dari ramadhan ? Jika ingin maka niatkan diri anda untuk berubah. Selain itu, penting bagi kita untuk belajar Islam. Belajar dari sumber-sumber yang shahih. Setelah itu, kita aplikasikan apa yang kita ketahui sesuai dengan kemampuan kita. Dan tetap memperbaharui iman kita. Insya Allah, anda akan menjadikan ramadhan kali ini lebih bermakna. Selamat menuju perubahan yang lebih baik. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayahnya kepada kita.


Wa billahi taufiq wal hidayah


source list: , , , , , TEMPLATE BY Opa Soparudin © 2012. Just for Sharing!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar