Laman

Senin, 23 Juli 2012

Tuduhan Curang pada Industri Alas Kaki RI Tak Terbukti

kaki

JAKARTA — Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Ernawati
mengatakan industri alas kaki Indonesia terbebas dari tuduhan praktik curang dalam perdagangan (circumvention) di Brasil. Hal ini terjadi menyusul keputusan penghentian penyelidikan oleh otoritas di Negeri Samba itu.

“Otoritas penyelidikan Brasil, Department of Commercial Defense (Decom), tidak menemukan adanya praktik circumvention oleh perusahaan sepatu Indonesia,” ungkapnya, Senin (23/7).

Decom, kata dia, telah mengeluarkan keputusan penghentian penyelidikan dalam bentuk final determination. “Kami menyambut baik keputusan otoritas Brasil ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan penyelidikan anticircumvention Brasil terhadap produk alas kaki Indonesia dimulai 4 Oktober 2011 karena ada permohonan dari perusahaan sepatu Brasil, Abicalcados.

Perusahaan itu mencurigai adanya praktik penjualan produk China melalui negara tiga, yakni Indonesia, Vietnam dan Malaysia untuk menghindari bea masuk antidumping (BMAD) yang dikenakan terhadap China sebesar US$13,85 per pasang sejak Maret 2010.

Ernawati menyampaikan pemerintah Indonesia telah berupaya menghadapi tuduhan itu, antara lain melalui pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI dengan Wakil Menteri Perdagangan Brasil saat KTT ASEAN 14-19 November 2011 di Bali.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan concern yang sama kepada Decom pada 21 Oktober 2011 dan Kedutaan Besar Brasil di Jakarta. “Kami meminta Decom menetapkan periode penyelidikan sebelum mengeluarkan peraturan antidumping circumvention terhadap produk alas kaki Indonesia.”//fitri



source list: , , , , , template by Opa Soparudin © 2012. Just for Sharing!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar