Halaman

Jumat, 17 Agustus 2012

Kepribadian seorang muslim sejati.



Tanya Jawab Islam

PERTANYAAN 61

Pribadi apa yang harus diubah pada seseorang yang baru memulai kehidupan beragama?

Selain mematuhi perintah-perintah Allah dan menyembahNya, perubahan yang paling penting bagi mereka yang baru mulai menjalani kehidupan beragama adalah membangun kehidupan yang berlandaskan moral yang baik dengan selalu mengikuti hati nurani. Setiap orang akan memiliki karakter dan cara hidup yang dipilihnya sebelum menjadi terbiasa dengan aturan agama. Namun, setelah memulai kehidupan agamanya, ia harus selalu memelihara setiap perilaku yang baik untuk mencari ridha Allah. Dan dengan segera meninggalkan perbuatan yang tidak sesuai dengan standar Al-Qur'an, atau merubah dan memperbaikinya agar sejalan dengan moral-moral Al-Qur'an.

Orang yang sungguh-sungguh beriman tidak akan memiliki pandangan dan gaya hidup yang berubah-ubah. Bagi mereka, Al-Qur'an merupakan satu-satunya kriteria. Dan satu-satunya figur yang diteladani hanyalah para Nabi dan orang-orang beriman, yang Allah jadikan teladan di dalam Al-Qur'an.



PERTANYAAN 62

Setelah memulai syari'at Islam, apakah saya masih harus mempertanggungjawabkan semua dosa masa lampau?

Sebelum mendapat peringatan, seseorang dianggap bodoh (lalai) dalam masalah agama, tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Karenanya, jika ia bertaubat kepada Allah dan memohon ampunannya, serta tidak kembali atau mengulangi kesalahannya itu, ia tidak harus bertanggungjawab atas dosanya di masa lampau. Dalam pandangan Allah, yang penting kita tidak berusaha membenarkan kesalahan atau dosa apapun.

Allah menyampaikan kabar gembira di bawah ini kepada orang-orang yang beriman:

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sungguh akan Kami hapuskan dosa-dosa mereka dan akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (Surat Al-'Ankabut: 7)



PERTANYAAN 63

Perlukah menerangkan moral-moral Islam kepada orang lain?

Allah mewajibkan kepada seluruh manusia untuk beragama Islam. Setiap orang yang mengetahui keberadaan agama ini akan ditanya di akhirat kelak apakah dia patuh kepada Al-Qur'an atau tidak. Menyeru kepada jalan benar merupakan salah satu kandungan Al-Qur'an. Oleh karena itu, orang yang menjalankan agama Allah harus menyampaikan moral-moral Islam kepada orang lain, mengajak mereka ke jalan yang benar. Yakni, mengajak mereka berbuat baik dan mencegah mereka berbuat salah. Di dalam Al-Qur'an, Allah menyampaikan perintah berikut ini:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang mendapatkan keberuntungan. (Surat Ali 'Imran: 104)


PERTANYAAN 64
Bagaimana Allah menilai kesabaran kita?

Agama Islam menyeru manusia untuk bersabar karena Allah. Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Muddatsir ayat 7: "Dan untuk Tuhanmu, bersabarlah." Kesabaran merupakan salah satu sifat manusia yang terpenting, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari moral baik yang dijunjung tinggi. Juga merupakan bagian dari amal-amal baik untuk mencari ridha Allah.

Namun demikian, kita harus membedakan antara kesabaran dengan "toleransi". Toleransi merupakan sifat baik yang timbul karena mau menanggung kesusahan yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. Sementara kesabaran, seperti disebutkan dalam Al-Qur'an, bukan sumber kesusahan bagi mereka yang beriman. Orang yang beriman bersabar karena mencari ridha Allah. Karenanya, ia tidak merasa susah untuk bersikap sabar; malah sebaliknya, ia mendapatkan kesenangan batin darinya.

Seperti dinyatakan dalam Al-Qur'an, kesabaran juga meliputi seluruh karakteristik orang yang beriman. Sebab hanya dengan disertai kesabaran lah sifat-sifat seperti rendah hati, dermawan, mau berkorban atau keta'atan memiliki nilai yang sebenarnya. Artinya, kesabaran merupakan sifat yang membuat sifat-sifat lainnya menjadi berharga dan diakui.


PERTANYAAN 65

Apa arti "bertawakal kepada Allah"?

Betawakal kepada Allah artinya menggantungkan diri kepadaNya karena menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ada di bawah kendalinya, serta merasa yakin bahwa tak seorang pun dapat menolong atau mencelakakan orang lain tanpa seijinNya. Orang-orang beriman mengetahui bahwa Allah Mahakuasa, dan segala yang dikehendakiNya akan terjadi hanya dengan mengatakan "Jadilah!". Mereka pun tak pernah tawar hati dalam menghadapi kesulitan. Mereka tahu bahwa Allah akan menolong mereka, dan yakin bahwa Allah akan memberikan kemudahan di dunia ini dan di akhirat kelak. Menyadari hal itu, hati mereka selalu tentram dan gembira.

Yang harus dilakukan seseorang yang beriman hanyalah merespons segala kejadian dengan perbuatan yang disukai Allah, dan menanti hasilnya sesuai kehendakNya. Rahasia besar yang hanya difahami orang-orang yang beriman ini, dijelaskan dalam ayat berikut:

...Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia memberikan kepadanya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siap bertawakkal kepada Allah niscaya Allah mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah menyempurnakan kehendakNya . Dan Allah telah mengadakan ketentuan atas segala sesuatu. (Surat At-Talaq: 2-3)


PERTANYAAN 66

Apa itu taqwa? Siapa saja yang menyandang derajat taqwa?

Taqwa artinya mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala pikiran dan perbuatan  merugikan yang dilarang Allah. Di dalam Al-Qur'an, nama lain bagi orang beriman yang selalu ta'at kepada Allah adalah "orang yang saleh". Pentingnya sifat taqwa disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

...Berbekal lah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwa lah kepadaKu hai orang-orang yang berakal! (Surat Al-Baqarah: 197)

PERTANYAAN 67
Apa yang utama di mata Allah?

Di mata Allah, keutamaan tidak didasarkan pada kekayaan, kedudukan, kecantikan atau hal lain yang dimiliki manusia, melainkan didasarkan pada kedekatan kepadaNya, yakni ketaqwaan:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling taqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Waspada. (Surat Al-Hujurat: 13)


PERTANYAAN 68
Apa itu tafakur?

Salah satu karakteristik penting dari orang yang beriman kepada Allah adalah kemampuan melihat tanda-tanda kekuasaan Allah melalui ciptaanNya. Ia melihat kekuasaan dan karya seni Allah di setiap kehalusan dan kesempurnaan ciptaanNya, seraya memuji KebesaranNya. Sikap demikian membuatnya semakin dekat kepada Allah. Karakteristik seperti ini disebutkan dalam Al-Qur'an:

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring serta memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.' (Surat Ali 'Imran: 191)

Allah menekankan pentingnya tafakkur bagi orang yang beriman. Di banyak tempat dalam Al-Qur'an, akan kita temui ayat-ayat yang berbunyi "Tidakkah kamu mau berpikir?" atau "Terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi mereka yang mau berpikir".

Hal yang dapat dipikirkan tidak terbatas jumlahnya. Seorang yang beriman bisa memikirkan banyak hal, antara lain: tatanan alam semesta yang luar biasa, mahluk-mahluk yang hidup di muka bumi, peristiwa yang ia alami, rahmat Allah yang tiada henti, bencana yang diturunkan kepada orang-orang kafir, surga, neraka, alam baka, dan lain sebagainya. Dengan memikirkannya secara mendalam, ia dapat menyadari keberadaan, kekuasaan dan kebijakan Allah dengan lebih baik, dan lebih memantapkan keimanannya.


PERTANYAAN 69

Apakah agama Islam tidak bertentangan dengan sains?

Agama tidak pernah bertentangan dengan sains. Allah lah yang menciptakan keduanya. Maka ketidak sesuaian ataupun pertentangan di antara keduanya merupakan hal yang mustahil. Di dalam A-Qur'an yang diturunkan 1400 tahun yang lalu, ada penjelasan-penjelasan ilmiah tertentu yang kini telah dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan peralatan teknologi abad 20. Pernyatan bahwa agama bertentangan dengan sains merupakan kebohongan yang dibuat-buat oleh mereka yang mengingkari Allah. Tujuan mereka adalah menciptakan keraguan terhadap agama.


PERTANYAAN 70

Siapa saja ilmuwan yang percaya kepada Allah dan kebenaran agama?

Banyak yang melakukan riset ilmiah melihat dengan mata kepala sendiri, betapa rumit dan sempurnanya struktur dan keteraturan pada mahluk hidup. Mereka melihat betapa serasinya hubungan antara satu dengan lainnya. Mereka tidak dapat mengelak akan keberadaan Allah yang Mahaagung. Kenyatan ini ditunjukkan dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

...Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambanya adalah mereka yang berilmu... (Surat Fatir: 28)

Tidak mengherankan jika banyak ilmuwan yang termasyur di masa kini dan di masa lampau terkenal karena keyakinan dan kepasrahan mereka kepada Allah dan agamaNya. Beberapa di antara mereka adalah: Einstein, Newton, Galileo, Max Planck, Kelvin, Maxwell, Kepler, William Thompson, Robert Boyle, Iona William Petty, Michael Faraday, Gregory Mendel, Louis Pasteur, John Dalton, Blaise Pascal, dan John Ray.

Di jaman kita, banyak ilmuwan yang menegaskan keberadaan Allah. Lebih dari itu, mereka melihat sains sebagai sarana untuk mengenal Allah. Aliran "Kreasionisme" atau aliran "Rancangan Sadar" di Amerika Serikat merupakan salah satu indikasi khusus.

id.harunyahya.com
   
     


source list: , , , , , TEMPLATE BY Opa Soparudin © 2012. Just for Sharing!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar